Kepengurusan PSSI
Kabinet Gemuk 124 Personel
Meski sempat molor sepekan dari rencana
semula, Nurdin Halid akhirnya jadi juga mengumumkan susunan pengurus
PSSI periode 2007-2011, Rabu (16/5), di Club Rasuna, Kuningan.
Muka-muka lama terlihat masih mendominasi susunan kabinet yang terlihat
gemuk dengan 124 personel.
Di jajaran pengurus teras yang dilabeli executive committee
(exco) praktis hanya Gita Wirjawan (eks Direktur Humpus), Iwan Budianto
(manajer Persik), dan Mafirion (Ketua Pengda PSSI Riau) yang menjadi
pendatang baru.
Sisanya orang-orang lawas yang kerap dikonotasikan sebagai
“orang dekat” Nurdin. Tokoh sepakbola asal Makassar tersebut tampaknya
memilih bermain aman dengan menyertakan orang-orang loyal yang tak
punya potensi merongrong. Padahal di antara mereka memiliki rapor merah
pada periode sebelumnya.
Keraguan terhadap kelayakan pejabat exco meluncur dari
Risnandar, mantan pelatih Persib. “Mayoritas orang lama dalam jajaran
exco menunjukkan bahwa PSSI masih status quo. Ketua umum masih melihat
faktor kedekatan,” ungkapnya.
Namun, ada juga yang mendukung. "Ini bukan persoalan wajah
lama dan wajah baru. Saya menilai susunan exco ini sudah mewakili suara
daerah," jelas Julius Raja, pengurus PSMS.
Tanggapan Nurdin? “Orang-orang baru belum tentu bisa
melakukan perubahan. Orang lama bisa beradaptasi menghadapi perubahan,”
ungkap mantan manajer PSM tersebut.
Menumpuk Personel
Dengan alasan target jangka panjang pula Nurdin menumpuk banyak
personel lebih dari dua kali lipat kepengurusan sebelumnya. Jumlah
pengurus inti PSSI periode sebelumnya hanya 37 orang.
“Saya butuh dukungan banyak orang profesional untuk mewujudkan target sepakbola industri pada 2020,” jabar Nurdin.
Alasan tersebut dinilai tak masuk akal. “Semakin banyak jumlah
pengurus, semakin sulit koordinasi dilakukan. Kontrol terhadap
pelaksanaan program kerja tak bisa berjalan optimal,” sentil Tondo
Widodo, pengamat sepakbola yang juga mantan pengurus PSSI era Agum
Gumelar.
Kebijakan Nurdin memberikan tanggung jawab besar pada anggota exco dengan mengetuai komite-komite tetap dinilai tak pas.
“Dalam statuta FIFA, exco hanya representasi federasi-federasi
negara-negara anggota. Di PSSI, tepatnya perwakilan daerah. Mereka tak
punya otoritas mengendalikan kebijakan operasional organisasi,” tambah
Tondo.
Menurut Tondo Sekjen (Nugraha Besoes) dan kepala-kepala
departemenlah yang seharusnya mengambil peran tersebut. “Karena itu,
saya tak heran banyak orang-orang ngebet masuk exco karena menilai
jabatan itu basah. Ini benar-benar salah kaprah!” tegas Tondo.
“Ada baiknya semua pihak bersabar. Biarkan para pengurus
bekerja sesuai blue print. Toh, kalau memang tak maksimal, Nurdin tak
akan tutup mata,” komentar Ferry Paulus, Ketua Pengda PSSI DKI Jakarta
yang duduk sebagai Wakil Ketua Komite Status dan Alih Status Pemain.
“Ya, walau tak banyak, orang-orang baru harus berani membawa
angin perubahan. Kalau akhirnya terbawa arus orang-orang lama, ya
percuma saja,” tambah Risnandar.
(Ario Yosia/Budi Kresnadi/*)
>> Kembali ke Atas

Paling Lambat Enam Bulan
Persoalan boleh atau tidaknya executive
committee (exco) PSSI merangkap jabatan mencuat saat pelaksanaan
Kongres PSSI di Makassar medio bulan lalu. Penegasan soal hal itu
kembali ditegaskan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, saat mengumumkan
kabinetnya.
“Saya minta pengurus exco yang terpilih segera meninggalkan
jabatan lamanya yang berhubungan dengan sepakbola paling lambat enam
bulan terhitung sejak sekarang,” ungkap Nurdin.
Keinginan tersebut direspons Mafirion (Ketua Pengda PSSI Riau)
dan Iwan Budianto (manajer Persik). “Sejak awal komitmen saya tak
berubah. Saya akan meninggalkan jabatan di Pengda Riau,” papar
Mafirion.
Iwan pun senada. “Saya minta waktu sebulan pada Nurdin untuk
membicarakan hal ini ke Persik. Bagaimanapun, saya tak bisa melepaskan
begitu saja jabatan tanpa melakukan pembicaraan terlebih dahulu,”
ungkap Iwan.
Maklum, keputusan Iwan merapat ke PSSI membuat beberapa
kalangan intern di Persik sedikit goyah, terutama menyangkut prestasi
Macan Putih di musim berikut.
“Dia bisa menjalankan peran seorang manajer modern, dekat
dengan pemain dan mampu mengelola dana seefisien mungkin,” ucap
Suryadi, bendahara Persik.
Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik (FKSP) Hendry Ego pun
merasa kehilangan. Maklum sejak dipegang Iwan selama enam tahun, Persik
muncul sebagai kekuatan baru di sepakbola nasional dengan merengkuh
gelar LI 2003 dan 2006.
Hanya, keinginan menahan Iwan sulit dilakukan. "Jika pengurus
exco masih ada yang rangkap jabatan, saya orang pertama yang melakukan
demo ke PSSI sebab itu sudah kesepakatan awal," ucap Julius Raja,
pengurus PSMS.
Bahkan menurut mantan pengurus PSSI, Tondo Widodo, bukan
hanya Iwan dan Mafirion yang wajib menanggalkan jabatan sebelumnya.
Ketua Pengda, macam Ferry Paulus (DKI Jakarta) dan Haruna Sumitro
(Jatim), yang nyantel di jajaran komite, tetap juga harus melakukan
langkah serupa.
“Jika mengacu ke statuta FIFA, peran mereka berdua lebih
sentral dibanding exco. Justru anggota exco boleh merangkap jabatan
karena merupakan representasi daerah,” jabar Tondo.
Tondo membaca ada muatan politis di balik penunjukan kedua
tokoh di atas, yang terpental dari bursa exco karena kebijakan rangkap
jabatan yang diusung Nurdin.
Tanggapan Ferry? “Saya akan berupaya bekerja secara
profesional tak mencampuradukkan kepentingan pengda dengan PSSI,” ucap
bos SSB Villa 2000 tersebut. (yos/tot/wis/idr/buk)
Susunan Kepengurusan PSSI Peride 2007-2011
Komite Eksekutif:
Ketua Umum Nurdin Halid
Wakil Ketua Umum Nirwan D. Bakrie
Bendahara Hamka Yandhu
Anggota
1. Muhammad Zein
2. H. Subardi
3. Andi Darussalam Tabusalla
4. Mafirion
5. Iwan Budianto
6. Ibnu Munzir
7. Kaharuddin Syah
8. Gita Wirjawan
Sekretaris Jendral Nugraha Besoes
Komite Tetap:
- Audit Intern
Ketua Agus Suryadi
Wakil Ketua Harijon
Anggota Bambang Irianto
- Legal
Ketua Kaharuddin Syah
Wakil Ketua Syarif Bastaman
Anggota Edison Betaubun, Irianto Baso Ence, R. Hadimartono
- Promosi dan Marketing
Ketua Gita Wirjawan
Wakil Ketua Erick Tohir
Anggota Denny Basri, Yoseph Revo, M. Yasir
- Status dan Alih Status Pemain
Ketua Iwan Budianto
Wakil Ketua Ferry Paulus
Anggota Max Boboy
Media
Ketua Mafirion
Wakil Ketua Monica Desideria
Anggota Tubagus Adi, Livie Allow
- Etika dan Fair Play
Ketua Muhammad Zein
Wakil Ketua H. Ramli
Anggota Hinca Pandjaitan, Adjie Massaid, John Halmahera
- Organisasi dan Litbang
Ketua Ibnu Munzir
Wakil Ketua Hardi Maksud
Anggota Tryandi Mulkan, Anton Sihombing, Achmad Zaki Amiruddin
- Kompetisi
Ketua H. Subardi
Wakil Ketua Haruna Soemitro
Anggota Mursid W.K, Patrick Octavianus
- Keamanan dan Medis
Ketua Andi Darussalam Tabusalla
Wakil Ketua Ashar Suryobroto
Anggota Sonny Tobing
Badan Tim Nasional:
Ketua Rahim Sukasah
Wakil Ketua Hamka B. Kady
Direktur
Manager Umum Demis Djamaoeddin
Manager Tehnik Iswadi Idris
Manager Adm dan Keu. M. Chandra Solehan
Tim Monitoring Iswadi Idris, Ronny Patinasarani, Risdianto
Badan Liga Indonesia:
Ketua Andi Darussalam Tabusalla
Wakil Ketua Rugandhi Somadripradja
Direktur Kompetisi Djoko Driyono
Direktur Umum Kokoh Afiat
Badan Liga Amatir:
Ketua H. Subardi
Wakil Ketua Bakti Setiawan
Direktur Kompetisi M. Achwani
Direktur Pembinaan Ronny Patinasarani
Direktur Umum Triyandi Mulkan
Badan Industri Sepakbola Indonesia:
Ketua Gita Wirjawan
Wakil Ketua Erick Tohir
Direktur Komersial Herman Ago
Direktur Bisnis Develop Hasani Abdulgani
Direktur Umum Aziz Halid
Badan Informasi dan Teknologi Indonesia:
Ketua Ibnu Munzir
Wakil Ketua Ambya Bustam
Direktur Syauqi Suratno
Badan Pelatih Sepakbola Indonesia:
Ketua Muhammad Zein
Wakil Ketua Emron Pangkapih
Direktur Yopie Lepel
Badan Perwasitan Sepakbola Indonesia:
Ketua Kaharuddin Syah
Wakil Ketua Bid. Penugasan Ashar Suryobroto
Wakil Ketua Bid. Pengawasan Habil Marati
Direktur IGK Manila
Badan Hubungan Luar Negeri:
Ketua Suryadharma Tahir
Wakil Ketua Theo Waimuri
Direktur Demis Djamaoeddin
Badan Futsal Indonesia:
Ketua Chemby Hutapea
Wakil Ketua Yerico Y. Umbas
Direktur Kompetisi Denny V. Lumbong
Direktur Pembinaan Suharyanto
Direktur Umum Patilatu
Badan-Badan Yudisial:
Komisi Disiplin
Ketua Togar Manahan Nero
Wakil Ketua Bernhard Limbong
Anggota Djoko Driyono, Alfred, M. Nigara
Komisi Banding:
Ketua Rusdi Tahir
Wakil Ketua Dodik Widjanarko
Anggota Triyandi Mulkan, Faisal Abdullah, Sophar Maru Hutagalung
Sekretaris Jenderal:
Sekretaris Jenderal Nugraha Besoes
Deputi Bid. Organisasi dan Kelembagaan Hamka B. Kady
Deputi Bid. Keuangan Achsanul Oosasi
Deputi Bid. Umum Irawan Adjidarmo
Direktur Bid. Organisasi dan Kelembagaan Wahyudi Mustafa
Direktur Status dan Legal M. Ichsan Abduh
Direktur Adm dan Keu. Aziz Halid
Direktur Personalia dan Logistik Idrus Hamid
Direktur Perencanaan dan Media Yoseph Tor Tulis