Archive for April, 2007

Shio

Thursday, April 26th, 2007

 Di antara semua binatang dalam zodiak Cina,
Monyet merupakan binatang yang paling mirip dengan Monyet Tak Berbulu,
alias Manusia. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila binatang ini
juga mewarisi kecerdasan dan kesanggupannya untuk menipu!


Monyet adalah lambang penemu. Ia penuh inovasi, pandai berimprovisasi
dan sanggup menarik perhatian orang terhadapnya lewat akalnya yang
seribu satu macam dan daya pikatnya yang tak dapat ditiru. Monyet mampu
memecahkan masalah yang ruwet-ruwet dengan gampang dan dapat belajar
dengan cepat. Sejak berusia dini, ia sudah memupuk keahlian
bermasyarakat. Ia mengerti bagaimana cara bergaul yang baik dan
bagaimana cara membujuk orang lain untuk memperoleh apa yang
diperlukannya secara tepat.


Segi negatifnya, di antara binatang shio lainnya justru Monyet yang
paling sering terkena "superiority complex", alias terlalu mengagungkan
diri sendiri. Ia bisa menjadi orang yang egois, angkuh, dan sombong.
Tidak jarang Monyet juga dihinggapi rasa iri setiap kali ada orang yang
naik pangkat atau baru saja berhasil memiliki apa yang kebetulan belum
dimiliknya. Ia mempunyai rasa bersaing yang bukan main, namun amat
mahir dalam menyembunyikannya dan dalam merencanakan tindakannya yang
licik. Namun kesemua ini menjadikan Monyet tak tertandingi dalam
usahanya mengejar uang, sukses, atau kekuasaan.


Dengan kepandaian lahiriahnya yang seribu satu macam, orang kelahiran
tahun Monyet bisa menjadi aktor, penulis, diplomat, pengacara, pemegang
saham, atau guru yang jempolan. Ia merupakan karakter yang teramat
supel, yang memiliki bakat istimewa buat menjadikan Anda suka padanya,
padahal sesaat sebelumnya ia pernah mengakali Anda.


Daya cipta warga Monyet tidak hanya mengarah pada ketrampilan atau
keahlian pikiran, tetapi juga mengarah pada kecenderungan untuk
membelokan kebenaran demi keuntungan mereka pada situasi tertentu.
Seringkali dalam bermacam hal, batas antara angan-angan dan kenyataan
menjadi kabur, fakta dicampur dengan fiksi, dan kebenaran dan
kebohongan beriringan. Andaikata standar moral Monyet yang tidak
terlalu tinggi membuatnya menjerumuskan diri dalam suatu kesulitan,
maka kecerdasan, kelincahan, dan kelicikannya akan membuatnya mudah
memutar-balikkan kenyataan untuk menyelamatkan mukanya dan mencari
dalih untuk kepentingan diri sendiri.


Oleh karena Monyet pandai mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa
susah-payah, maka ia cenderung untuk cepat bosan dan kurang menghargai
apa yang sudah dimilikinya. Tentu saja, sikap ini juga dapat mengganggu
asmaranya. Supaya tetap menarik bagi Monyet, sebuah hubungan harus ada
sedikit intrik dan banyak variasi. Terutama di waktu muda, Monyet yang
selalu ingin mencoba pengalaman baru mungkin kurang sanggup
mempertahankan sebuah hubungan serius jangka panjang. Bahkan ada
beberapa antaranya yang suka mengganggu hubungan orang lain dan
menikmati kekacauan akibat ulah mereka — persis seperti binatang
lambang mereka!


Dalam kepribadian Monyet yang beraneka warna itu, satu-satunya yang tak
pernah ketinggalan dalam dirinya adalah rasa percaya diri. Tak peduli
betapa pemalu atau jinaknya pun tampangnya, ia akan berusaha
sebaik-baiknya untuk memperlihatkan tingkah laku yang baik, kesopanan
yang terlatih, dan ketenangan yang meyakinkan. Ia percaya sepenuhnya
pada kemampuannya untuk menghadapi tantangan apa saja, dan oleh
karenanya mudah mencapai sukses dalam bidang apapun yang dipilihnya.

LOVE is too cheap these days or just me?

Monday, April 16th, 2007

LUVVVVV u!!!

luv u 2

thx hny, i luv u

km kenapa gak sama saya aja.. biar ak bisa cinta kamu herna..

meet my other half

ak sudah lama di indonesia, tapi blum pernah ketemu ce kyak km. i luv u

u are too good. and im a good boy.. i want to make u happy [hhmm okey]

u can call me anytime, 24 hours avaiable 4 u

 

ak gak lupa cinta kamu sayang..

te amo siempre

gak ada kamu disini sepi kali ya!

ok ak tunggu kamu!

km sudah lupa ak cinta

g gitu aja ak dah ketagihan ma km

ya ak mau kawin, abis km orgnya gak bisa dipegang

waduh, kalo ak kenalan sama km seblum itu.. hmmm…. yabayabayaba aja kali ya

cepatlah kau pulang..  biar ak buat gol tapi gawangnya kau [hahahiihihihahahah]

gak ada itu semua sayang.. cuma kamu aja..

herna semua perlu kamu disini untk juara [huek huek huek]

mbak herna mbak herna mbak herna [MB kaleeeeee]

bos.. semuanya nungguin kamu disini.. cepatlah pulang… [ak ada di awan2]

ak bisa berxx [owwww!]

apa perlu ak yang datangin ke australia?

HAHAHAHAHAH
ngeliat co co sange udah jadi kebiasaan… kemarin tony my bicth cerita2 tentang  kejadian2 di sleman.. paling lucu pas dia cerita Murphy and Mbom… huhuhu.. so typical MURPHY and sooooooooooo typical Mbom. how does it feel???  masih ingat Yoga PSS? HAHAHAHAHA ni org maksa bangettttttttttttttttttt ngasih no tel dia HAHAHHAHAHA!! sayng mau gw kerjain kelupaan heauheuaehuhaeueauhaeuhaehea!!

hmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm does my face say "FUCK ME PLEASE??"   or ‘I suck good’?

hahahahahahaoohohahhahahhihihihihihahahhahahahahahiahiaaiaiaihaihai this is going to be my last year in mighty Australia… and my last chance to make proud my parents.. and i will.. coz im gifted……

and…  coz i want to kick some asses l8r b4  i got all of their attention…
HA HA..

i beat her at that one good.. dont u think so??
["km cewek paling enak sedunia..." RAJA PENJAHAT KELAMIN se-INDONESIA]

ON TOP OF EVERTHING again

Monday, April 16th, 2007

Just when i thought things went all over the place…
hmmm……………………………………………..
not so fast little guys….

Expenditure— 0 i mean ZEROEEEE.. plus lageee di tempat2 lain huehuehuehue..
2 more games… most expenditure would be 400.000 —> this is a huge improvements from like 10.000.000 debt we had before… heuaheuahahuhauheau and spent our monies on unimportant things like official sekretariat [we got free now],  which was used for unethical stuff…  on transports which really robbed us… and many more…

so .. the future seemed so bright for my KAMPAKERS and PSMS MEDAN..
i hope the positive trends continue like my life is…

I AM ON TOP of everything…………………………………..
=nobody messes w me, i’m gifted=

Persib Gagal Memimpin Klasemen Grup I

Sunday, April 8th, 2007

07 Apr 2007 09:04 PM

Persib Gagal Memimpin Klasemen Grup I

BANDUNG,
PSMS menghambat laju Persib yang berambisi besar untuk merebut pimpinan
klasemen sementara Grup I Kompetisi Sepak Bola Liga Djarum Indonesia
XIII/2007. Tim tamu asal Medan itu menahan imbang Persib 0-0, sehingga
"Pangeran Biru" tetap bertahan di peringkat kedua di bawah PSMS dengan
selisih satu biji kemenangan.

Persib mengemas 26 biji kemenangan, sedangkan PSMS 27. Bertahannya
Persib di posisi kedua juga ikut ditentukan oleh hasil pertandingan
Sriwijaya FC, yang secara mengejutkan ditahan imbang 1-1 oleh tamunya,
Persikota di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Sriwijaya
tetap di posisi ke-3 dengan nilai 24.

Duel musuh bebuyutan ini berlangsung panas. Permainan keras sering
terjadi di lapangan, sehingga memaksa wasit Alil Rinenggo mengeluarkan
tujuh kartu kuning, masing-masing untuk Nyeck Nyobe (Persib), Markus
Horison, Murphy Komunple, Supardi, James Koko, Saktiawan Sinaga, dan
Boy Jati Asmara (PSMS).

Di luar lapangan juga berlangsung cukup panas. Bobotoh mengintimidasi
kubu PSMS dengan aksi pelemparan-pelemparan menggunakan botol minuman
mineral ke bench maupun pemain PSMS di lapangan.

Bobotoh sering menyalakan kembang api, sehingga suasana dalam stadion
mirip pembukaan multievent olah raga yang menyajikan pesta kembang api.
Sayangnya, saat pertandingan berlangsung, kembang api itu banyak
diarahkan kepada kiper PSMS, Markus Horison. Namun, Markus tetap
bergembing meski ledakan kembang api berada tepat di atas kepalanya.

Usai pertandingan, pemain dan ofisial PSMS sempat tertahan selama 30
menit di dalam stadion. Untuk menghindari aksi pelemparan dari bobotoh,
dalam perjalanan pulang ke hotel, rombongan PSMS diangkut menggunakan
dua kendaraan rantis dari kepolisian. Suporter PSMS juga tidak bisa
datang ke stadion. Mereka memiilih tinggal di hotel, dan saat rombongan
PSMS tiba di hotel langsung disambut yel-yel PSMS.

Asisten pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman mengatakan Suwita Pata dkk.
sudah bermain bagus. Mereka menampilkan permainan cepat. Namun, pemain
tengah dan belakang PSMS sangat disiplin menjaga pemain Persib,
sehingga mereka bisa mematahkan serangan Persib. Pemain belakang PSMS
bermain sapu bersih. Setiap ada bola yang masuk daerah kotak penalti,
langsung dibuang.

"Pertandingan dalam tempo tinggi, sehingga pemain juga menjadi tegang.
Absennya Salim ikut memengaruhi serangan dari sayap," ujarnya.

Djadjang memuji mental pemain PSMS. Meski mendapat tekanan dari
penonton, mereka bisa tampil sesuai dengan karakter permainannya. Kiper
PSMS tampil sangat gemilang," ujarnya.

Pelatih PSMS, Freddy Mulli menjelaskan para pemainnya ternyata mampu
mengimbangi permainan cepat Persib. Mereka bisa bermain lepas, meski
main tandang. Lini belakang sangat disiplin menjaga pergerakan
penyerang Persib, baik Christian Bekamenga, Zaenal Arif, dan Redouane
Barkaoui. "Kalau ada pemain yang sering terjatuh mendapat perawatan,
hal itu bagian dari mengatur tempo permainan," ujarnya.

Cepat dan keras

Benturan antarpemain tidak bisa terelakan dan tidak jarang pemain kedua
tim saling bersitegang. Para pemain PSMS berusaha memancing emosi para
pemain Persib.

Pada menit ke-6, kapten PSMS, Mahyadi Panggabean dengan sengaja
mengasari dan memprovokasi Nova Arianto. Beruntung, pemain belakang
Persib itu hanya menanggapinya dengan senyum walaupun keduanya sempat
terlihat saling berhadapan.

Persib sendiri berusaha menekan pertahanan PSMS sejak peluit awal
pertandingan dibunyikan. Pada 10 menit pertama, mereka telah
mendapatkan empat tendangan penjuru kendati selalu kandas di barisan
pertahanan PSMS yang tampil dengan disiplin tinggi.

Setiap pemain Persib menguasai bola di area pertahanan PSMS, dua sampai
tiga pemain langsung menghadangnya. Suplai bola ke depan, sering
terputus karena hadangan mereka. Eka dan Cabanas juga selalu mendapat
pengawalan ketat, sehingga selalu kesulitan mengatur permainan.

Pada menit ke-32, Persib mendapat peluang setelah Bekamenga melepaskan
tendangan keras dari luar kotak penalti, namun masih bisa diblok kiper
Markus Horison. Dua menit menjelang turun minum, giliran Bayusutha yang
beroperasi di sayap kiri melepaskan tembakan menyusur tanah namun masih
tipis melenceng di samping kanan gawang Markus.

Sesaat sebelum istirahat, Zaenal Arif hampir membuat bobotoh bersorak.
Namun, tendangan first time-nya memanfaatkan umpan Lorenzo Cabanas
masih tepat mengarah ke posisi badan Markus. Sebaliknya, PSMS sempat
mengancam gawang Tema Mursadat melalui Saktiawan Sinaga, Boy Jati, dan
James Koko Lomel walaupun masih belum bisa menembus ketatnya lini
belakang Persib.

Memasuki babak kedua, PSMS langsung menggebrak lewat tendangan
Saktiawan yang memaksa Tema terbang menyelamatkan gawangnya. Pada menit
ke-57, giliran pemain Persib Cabanas melepaskan tembakan keras di luar
kotak penalti, namun lagi-lagi Markus berada dalam posisi tepat
menghalaunya.

06psms_dijaga

Pelatih Persib, Arcan Iurie, mengganti Zaenal dengan Redouane Barkaoui
dan Bayu oleh Yaris Riyadi untuk menambah daya serang. Hasilnya, Persib
bisa menguasai pertandingan. Persib kembali mendapat dua peluang
melalui Nyeck Nyobe, namun Markus kembali menjadi penyelamat klub.
Sementara, PSMS hanya mengandalkan beberapa kali serangan balik saja.
Sampai pertandingan berakhir, kedudukan tetap imbang tanpa gol.
[A-65/A-126/A-157]

Meludahi Peraturan Demi Muluskan Grand Strategi?

Thursday, April 5th, 2007


             

 
                  

                

   

 

 

Jumat, 6 April 2007 | 01:19:13
Meludahi Peraturan Demi Muluskan Grand Strategi?
Mengkritisi Keputusan PSSI Soal Laga Persib versus PSMS

Menjilat ludah sendiri, sepertinya memang sudah menjadi tabiat PSSI.
Itu pulalah yang dilakukan otoritas tertinggi sepak bola Indonesia ini
sebelum duel big match Persib Bandung versus PSMS Medan, besok.
Pertanyaan dasarnya, ada apa di belakang lahirnya keputusan tersebut?

Aneh bin ajaib. Kata ini pantas disematkan melihat keputusan PSSI yang
akhirnya membolehkan penonton datang ke Stadion Siliwangi Bandung untuk
mendukung tim kesayangannya berlaga melawan PSMS, Sabtu (7/1) besok.
Bagaimana tak aneh, keputusan itu jelas bertentangan dengan hasil jerih
payah 8 orang anggota Komdis yang telah bersidang selama satu harian
penuh, pekan lalu, yang memutuskan bahwa laga Panpel Persib dihukum tak
boleh menerima penonton saat menjamu PSMS. Ini buntut aksi kerusuhan
bobotoh saat timnya berhadapan dengan Persema Malang.

Berhari-hari, keputusan tersebut diambangkan. Namun, hanya dua hari
menjelang laga, sang Ketua Umum, Nurdin Khalid, tampil sebagai pahlawan
Bandung. Dia membatalkan sendiri keputusan yang dibuat oleh lembaga
yang sejatinya juga dia bentuk sendiri itu. Laga Persib vs PSMS, boleh
disaksikan penonton seperti biasanya. Hukuman tanpa penonton ini malah
dia geser saat Persib menjamu PSSB Bireun. Luar biasa! Keputusan 8
orang mentah oleh ‘kebijaksanaan’ satu orang.

Dari sisi legalitas, Nurdin tak salah membuat keputusan itu. Sebab, dia
memang diberi hak prerogatif untuk membatalkan putusan lembaga apapun
yang ada di bawah naungan PSSI. Hanya saja, Nurdin tampaknya tak
memahami, bahwa keputusannya tersebut sangat tak mendidik bagi sepak
bola Indonesia. Sebab, kalangan suporter yang selama ini kerap
melahirkan kerusuhan, tak akan terstimulasi lagi untuk merubah tabiat
buruknya.

Hukuman pertandingan tanpa penonton pun sebenarnya tak begitu efektif
mendidik suporter kita. Buktinya, kerusuhan suporter tetap menjadi
tontonan sehari-hari. Apalagi, jika hukuman yang sudah tak efektif itu
dibuat semakin tak efektif karena ketidaktegasan dalam penerapannya.

Yang lebih membahayakan dari kebijakan Nurdin ini, tentunya adalah
bisik-bisik yang sudah menyebar di kalangan para pemerhati dan pelaku
sepak bola nasional. Apa itu? Adanya semacam grand strategi dari PSSI
untuk memberikan gelar juara musim ini kepada Persib. Memang, terlalu
pagi mengambil kesimpulan soal itu. Makanya, ketika saya mendengar
selentingan itu dari beberapa pemain (di luar PSMS) dan beberapa
pelatih, terus terang saya kurang begitu mempercayainya. Bahkan, ketika
Persib ‘dipaksa’ menang oleh keputusan sangat kontroversial wasit yang
memberi hadiah penalti ‘antah berantah’ untuk mengalahkan PSS Sleman,
saya juga masih belum begitu percaya dengan desas-desus itu. Pun
demikian, saya pun belum mau terlalu percaya, keputusan PSSI
membolehkan penonton menyaksikan langsung laga Persib vs PSMS ini
adalah bagian dari grand strategi. Hanya saja, bagi kalangan penikmat
sepak bola nasional lainnya, termasuk saya, setidaknya ini bisa menjadi
hipotesa awal bahwa PSSI memang tak serius menggelar Liga Indonesia
untuk mencari yang benar-benar layak menjadi juara. Gelar juara lebih
ditentukan kepada siapa yang paling bisa mendekati PSSI, ketimbang
siapa yang paling bagus timnya. Singkatnya, gelar juara direbut oleh
tim sukses, bukan tim yang sukses.

Benarkah? Entahlah. Namun yang jelas, isu soal tim mana yang bakal
merebut juara sudah ditentukan sejak jauh-jauh hari, sudah merupakan
isu lama tiap musim yang uniknya jarang meleset. Lantas, kalau sudah
begitu untuk apa APBD dicairkan miliaran rupiah kepada masing-masing
tim?

Kembali ke Persib. Jika boleh berargumentasi, kesan tersebut cukup
kental. Sebab, alasan Nurdin menggeser hukuman itu juga tak logis. Demi
keamanan? Bukankah sudah ada petugas yang memang berurusan dengan
keamanan tersebut? Lantas, kalau di kota lain, Tangerang dan Surabaya
yang dikenal punya penonton tak kalah garang, toh tak ada masalah
dengan keamanan ini? Kenapa di Bandung, Nurdin takut?

Atau jangan-jangan, kubu Persib merasa PSSB Bireun lebih gampang
dijinakkan ketimbang PSMS, sehingga mereka tak mempersoalkan jika laga
tanpa penonton diberlakukan saat menjamu PSSB? Atau, jangan-jangan
pula, PSSI lebih memerdulikan uang yang masuk ketimbang menegakkan
peraturan? Entahlah. Yang pasti, tak ada satu negara pun di dunia ini
yang sepak bolanya bisa maju jika dikelola dengan cara barbar dan
seenak perut! (*)

*) Wartawan Harian Sumut Pos

Marriage

Monday, April 2nd, 2007

How scary is the word…..
its too much at stake..
loads of compromises..
loads of new responsibilities..
loads of work…
loads of KISSING asses

loads of fighting..
loads of whatever…

loads of commitments..
damm.. im just too scared of it..

hmm.. wat about having children outside marriage.. ha ha ha.. im just kidding..